Skip to content

Ada apa dengan NU?

Sedikit yang ana tahu mengenai NU. Sebuah rahasia umum.

Ana melihat -dibalik penampilan para tokoh mereka yang tampak berwibawa- NU adalah Thoghut terbesar Indonesia yang sangat rusak dan kejam. Benar-benar kejam. Yang telah merusak kehidupan sehingga semuanya merasakan kesesatan dan penderitaan karenanya. Orang waras jadi gila, orang sehat jadi bingung, orang beriman menjadi murtad, orang kuat menjadi fasik.

Lihatlah anak-anak kita? Juga orang-orang dewasa. Rusak mental mereka. Sakit, stress menderita oleh budaya mu’tal yang muncul tiba-tiba. Indonesia memang aneh dan semua orang merasakannya. Perubahan adat yang tiba-tina. Ada apa di balik ini semua? Ada apa NU dengan jaringan “thoriqot” mereka? Ada apa di balik ini semua? Semua orang betanya-tanya kenapa jin dan setan merajalela di bumi Indonesia? Semua orang bertanya-tanya…

NU punya mau. Apapun yang menghalangi jalannya akan mereka bantai. Dibunuh dengan guna-guna kalau perlu. Atau dibikin gila.

NU menutup dusta dengan dusta, kebusukan dengan kebusukan. Apapun caranya harus dilakukan agar NU busuk ini tetap berjaya walau umat manusia semua menjadi korban. Bukankah ALLOH itu Maha Pengampun?

NU adalah oraganisasi bid’ah terbesar di Indonesia. Cobalah tanya mereka tentang aqidah mereka. Apakah mereka mempunyai hujjah? Mereka tak mempunyai landasan ilmiyyah! Tapi… mereka menjadi organisasi bid’ah terbesar di negara Islam terbesar tanpa hujjah ilmiyyah? Koq bisa? LIHATLAH IBLIS DAN SETAN YANG BERDIRI DI BELAKANG MEREKA!

Tidakkah anda merasakan hal yang aneh dalam kehidupan di Indonesia?

Jalan-jalan telah menjadi rusak?

Apakah ini Islam?

Apakah ini rohmatan lil ‘alamin?

Apa yang mereka mau?

Jalan apa yang mereka tempuh?

NU selalu ingin menjadi yang paling hebat. Mendapat yang paling hebat. Mereka memadukan berbagai macam kesesatan agar mereka menjadi yang paling hebat dan kuat karenanya.

Kesyirikan

Kesyirikan yang merupakan musuh terbesar Islam telah tersebar di tengah rakyat melalui perantaraan merela. Tersebar luas menyatu dalam tradisi dan budaya.

Bagi mereka syirik itu bukan syirik. Bagi NU kesyirikan bisa berubah menjadi bukan kesyirikan bila kita bisa mengolah niat dan bahasa. Misalnya seseorang menyembah jin atau meminta tolong pada jin yang merupakan perbuatan yang dilarang keras dalam Islam dalam ritual mistik. Mereka berkata jin (setan itu) adalah kakek kami, apa salahnya minta tolong sama kakek?

Bila jin itu menyuruh dia melakukan ucapan atau perbuatan kesyirikan agar mau menolong mereka, maka mereka melakukannya. Mereka berkata, ” itu cuma ucapan atau perbuatan, sedangkan hati kami tetap hanya pada ALLOH. Bukannya intinya di hati?” Dari mana dia punya pendapat semacam ini? Ulama mana yang dia ikuti? Apa mereka punya imam yang mereka ikuti dalam masalah ini atau cuma mengarang sendiri? Padahal akibatnya fatal sekali!

Padahal kesyirikan itu ada tiga macam: keyakinan, ucapan dan perbuatan. Dan ketiganya bisa membatalkan syahadatnya dan menjadikan pelakunya kekal dalam neraka. Tapi NU bergampang-gampang dalam masalah ini demi mendapat bantuan dari para setan..

Filsafat, mencari kebenaran dengan akal bukan dengan menuntut ilmu syar’i.

NU menjadikan filsafat atau ilmu kalam sebagai landasan beragama mereka. Mereka mempelajari “ilmu berbicara” ini bersama kitab-kitab alat/lughoh dan mencampur adukkannnya. Filsafat telah menjadi salah satu dasar agama mereka.

Abdurrohman bin Mahdi RohimahuLLOH bercerita : Aku pernah menemui Malik di mana saat itu ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya tentang Al Qur`an. Beliau RohimahuLLOH berkata : “Anda pengikut `Amr bin `Ubaid? Alloh melaknat `Amr, karena membuat-buat bid`ah ilmu kalam. Seandainya ilmu kalam itu ilmu, niscaya seluruh sohabat Nabi SholaLLOHU ‘alaihi wa sallam dan tabi`in menggunakannya dalam ilmu-ilmu hukum dan syari`at-syari`at mereka. Sesungguhnya ilmu kalam itu batil yang menunjukan kebatilan”. (Dzammul Kalam : 294)

Abu Yusuf (Ya`qub bin Ibrohim al Qodhi. Wafat : 183 H) berkata :

Barangsiapa mencari agama dengan ilmu kalam, pasti dia zindiq. Barangsiapa yang mencari makna-makna gorib hadits, pasti dia berdusta. Barangsiapa yang mencari harta dengan kimia (sulap), pasti dia bangkrut”. (Dzammul Kalam: 326)

Sehingga Al Imam Syafi’i mengatakan : ‘Hukuman terhadap ulama ilmu kalam ialah mereka ini dipukul dengan pelepah kurma dan kemudian dikelilingkan di berbagai kampung dan kabilah untuk dinyatakan di hadapan mereka : Inilah balasan bagi orang yang meninggalkan Al Kitab dan As Sunnah dan terjun dalam ilmu kalam.’ (Hr. al-Harowi dalam kitab Dzammul Kalam: 356)

Berkata Al Imam Ahmad bin Hambal : “Ulama ilmu kalam itu adalah para zindiq (yakni orang-orang yang menyembunyikan di hatinya kekafiran, tetapi menampakkan
keimanan).
” (Talbis Iblis: 83)

Imam al Barbahari (Muhammad Al Hasan bin Ali bin Kholf. Wafat : 329 H) RohimahuLLOH berkata :

Ketahuilah… Tidak ada kezindiqan, kekufuran, keragu-raguan, kebid`ahan, kesesatan dan kebingungan dalam agama kecuali disebabkan ilmu kalam, ahli kalam, perdebatan dan peseteruan”. (Syarh as Sunnah : 38)

Tasyawuf Ghulat, ibnu arobi

Ibnu arobi dalah tokoh sufi zinsiq yang aqidahnya rusak dan menyimpang dari ajaran Islam yang lurus. Ia berkeyakinan bahwa alam ini bukannya makhluk tapi perwujudan ALLOH. Ia dihukum mati jama’ah kaum muslimin.

Ibnu ‘Arabi: “Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain ia menyetubuhi Allah !” Betapa kufurnya kata-kata ini … tidakkah orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini ?!

Ibnu ‘Arabi juga berkata : “Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya dan Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya.” .

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman : “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali utk beribadah kepada-Ku.” (Q.S. Adz Dzariyat 51: 56).

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (Q.S. Maryam 19: 93)

Aliran Tasyawuf Ghulat di NU mengikuti ibnu Arobi ini. Orang-orang zindiq. Tapi mereka tak berani terang-terangan dalam mengajarkan aqidah ini. Metode mereka menggiring orang kepada pemahaman ini secara tak sadar melalui berbagai kiasan dan perumpamaan batil. Bukan dengan dalil. Dan masyarakat nahdhiyyin yang kebanyakan rakyat tak terdidik tidak sadar akan makar ini. Mereka telah dibuat kacau akal dan perasaannya karenanya.

Cobalah antum periksa sendiri aqidah mereka. Aqidah mereka itu aneh, campur aduk dan kacau balau. Tak bisa dijelaskan dan diluruskan baik dengan akal maupun dalil. Menyusun aqidah sendiri. Entah Kyai nekat mana yang mereka ikuti.

Kemudian kata mereka tasyawuf itu mengolah jiwa. Dan hasilnya mereka memang menjadi orang gila yang  ahli jiwa. Mampu mengubah hati manusia dan merusak jiwa musuh-musuh mereka sebagai mana hati dan jiwa mereka juga telah rusak.

Mistik/Sihir

Lihatlah Yahudi dan Nasrani musuh-musuh Islam. Punya berbagai kekuatan. Ekonomi, polotik, militer, media mereka berkuasa. Orang Islam punya apa?

Orang NU berinovasi bahwa kita harus menyatukan jin ke dalam kehidupan kita agar umat Islam punya kekuatan. Bukankan Islam itu romanatan lil ‘aalamiin? Bukankah RosuluLLOH Sholallohu ‘alaihi wa sallam diutus pada jin dan manusia? Mereka berkhayal bahwa dengan meminta bantuan jin (iblis dan sekutunya) mereka akan memperoleh kekuatan yang luar biasa yang tak akan terkalahkan.

Padahal ALLOH Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam al Qur’an:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Q.S. Jin 72:6)

Sulah jelas bagi kita bahwa perbuatan macam itu adalah terlarang. Tapi mereka tak peduli.. Semuanya dilanggar untuk mencapai maksud tujuan mereka.

Orang NU tak segan belajar sihir/mistik. Mereka menyebutnya “ilmu hikmah”. Jadi hikmah itu bagi mereka bukannya ahlaq tapi kesaktian, sihir, guna-guna, pelet dan semacamnya.

Dengan ilmu mistik mereka bisa punya pengaruh dan kewibawaan dan mudah menguasai hati manusia.

Dengan mistik orang-orang yang menghalanginya diguna-guna. Bisa sakit, gila atau mati menderita.

Dengan mistik mereka punya pagar nusa yang kuat digilas truk dan tak mempan dibacok.

Padahal  sihir itu haram dan barang siapa melakukan sihir maka ia kafir.

Firman Allah Ta’ala :
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (Q.S. Al Baqoroh 2: 102)

Mereka beriman kepada jibt dan thaghut.
Menurut ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu: Jibt ialah sihir, sedangkan thaghut ialah syaitan.
Kata Jabir: Thaghut-thaghut ialah para tukang ramal yang didatangi syaitan; pada setiap kabilah ada seorang tukang ramal.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jauhilah tujuh perkara yang membawa kepada kehancuran. Para sahabat bertanya: Apakah ketujuh perkara itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab: Yaitu: syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan agama, memakan riba, memakai harta anak yatim, membelot dalam peperangan dan melontar tuduhan zina terhadap wanita yang terjaga dari perbuatan dosa, tidak tahu-menahu dengannya dan beriman .
Diriwayatkan hadits marfu’ dari Jundab:
Hukuman bagi tukang sihir ialah dipenggal lehernya dengan pedang.
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari Bajalah bin ‘Abdah, ia berkata:
Umar bin Al-Khaththab telah menetapkan perintah, yaitu: Bunuhlah tukang sihir laki-laki maupun perempuan. Kata Bajalah selanjutnya: Maka kami pun melaksanakan hukuman mati terhadap tiga tukang sihir perempuan.

Tapi orng NU tak peduli. Segala sesuatunya mereka langgar. Mereka punya ilmu “hakikat” yang mereka sembunyikan yang tidak kita ketahui. Benarkah?

Akibatnya mereka menjadi budak-budak stan yang diperalat iblis untuk menghancurkan manusia. Mereka mau menipu Iblis padahal mereka sendiri yang jadi mainan Iblis la’natuLLOH ‘alaihim. Semoga ALLOH melaknat mereka.

Siyasah Iblisiyyah

Politik licik adalah salah satu “kekuatan” NU terbesar . Salah satu musuh Islam adalah yahudi. Dan salah satu keunggulan yahudi adalah politiknya. Untuk mengalahkan yahudi kita harus belajar lebih jahat dari yahudi.Berpedoman pada azas ini mereka memutuskan untuk belajar “politik licik”untuk mengalahkan politik yahudi. Bahkan lebih dari itu mereka juga mendapat wangsit dari setan setan dalam merumuskan dan menjalankan politik mereka.

NU merasa mereka itu termasuk yang terdepan dalam melawan Yahudi dan Nasrani. Kenyataannya  musuh NU itu dalam prakteknya bukan Nasrani atau Yahudi tapi umat Islam. Siapapun yang menghalangi jalannya mereka hancurkan. Bagi mu’tal kebenaran bukannya lagi wahyu Ilahi tapi posisi. Bukannya mengikuti ajaran Islam, tapi dalam politik mereka yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah. Karenanya semua musuhnya adalah salah dan NU lah yang paling besar dan benar. Mereka menghancurkan agama Islam dan umat Islam untuk menegakkan agama sesat mereka.

Berbagai pemahaman bid’ah

NU itu identik dengan bid’ah. Mereka adalah organisasi bid’ah paling besar di Indonesia. Mereka ingin menyatukan segala macam bid’ah dalam satu wadah. Yang penting mereka besar. Mereka memang suka yang besar-besar. Karena jiwa mereka kerdil sehingga membutuhkan rasa kebesaran untuk menutupinya.

Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: